Ketua Umum KOI Segera Ditetapkan

JAKARTA, (PRLM).- Penetapan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) masa bakti 2011-2015 akan digelar pada 21 April mendatang di Jakarta. Berdasarkan hasil rapat anggota 2011, penjaringan Ketua Umum dan anggota Komite Eksekutif KOI akan dilakukan oleh panitia penjaringan mulai 25 Maret hingga 14 April mendatang.

Pencalonan bisa dilakukan dengan pendaftaran diri melalui formulir yang disiapkan oleh panitia penjaring serta anggota komite eksekutif, atau melalui pengajuan lewat kongres nanti. “Tahun ini ada mekanisme baru, yakni pemilihan tidak akan melalui formatur,” ujar Ketua Tim Penjaringan Timbul Thomas Libus di Sekretariat KOI, FX Senayan, Jakarta, Rabu (23/3).

Berbeda dari sebelumnya, yang pembentukan pengurus KOI dilakukan bersamaan dengan pembentukan pengurus Komite Olahraga Nasional (KON) dalam Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub). Pemilihan pengurus KOI kali ini akan melalui kongres, atau dengan kata lain ada pemisahan, dengan prosedur pemilihan yang berbeda pula.

Ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi oleh setiap bakal calon Komite Eksekutif. Salah satu persyaratan yang menjadi sorotan yakni tidak pernah tersangkut dalam perkara pidana dan atau dijatuhi hukuman penjara.

Selain itu, bakal calon Komite Eksekutif juga harus telah memiliki pengalaman di dalam organisasi dan kegiatan keolahragaan di tingkat nasional dan internasional sekurangnya lima tahun, tidak menjabat jabatan Ketua Umum, atau wakil Ketua Umum, atau Sekjen, atau bendahara dari pengurus anggota dan atau organisasi keolahragaan nasional yang sama atau sejenis yang lain.

Lalu, harus berdomisili di Jakarta serta memiliki izin tertulis dari instansi terkait bagi bakal calon yang merupakan pejabat negara dan atau pegawai negeri sipil, dan atau anggota TNI/Polri.

Adapun anggota komite eksekutif antara lain Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, Bendahara, Wakil Bendahara, Ketua Komisi Athlete, Ketua Komisi Woman and Sport, Ketua Komisi Olympic Solidarity, Ketua Komisi Sport Medical, Ketua Komisi Sport For All, Ketua Komisi Culture and Olympic Education serta Ketua Komisi Sport and Environment.

Kongres tersebut nantinya akan diikuti 42 anggota yang merupakan Induk-induk organisai cabang olahraga dan 7 induk organisasi keolahragaan fungsional. “Setiap anggota berhak mengirimkan tiga orang usulan pada kongres dan menghadiri kongres secara pribadi dan dengan dasar apapun tidak boleh diwakili. Nantinya bakal calon harus memiliki rekomendasi tertulis dari atau diusulkan oleh sejumlah anggota, minimal lima anggota biasa yang memiliki paling sedikit 10 hak suara. Dengan ketentuan setiap anggota hanya boleh merekmendasikan paling banyak dua nama untuk setiap bakal calon anggota Komite Eksekutif,” ungkapnya.

Nantinya, menurut Timbul, pihaknya juga akan memberikan undangan kepada instansi atau organisasi olahraga, dan mereka berhak mengirimkan satu utusan untuk hadir dalam kongres nanti sebagai peninjau, tidak memiliki hak suara untuk memilih,” ucapnya kemudian. (A-161/A-26).***

Article source: http://www.pikiran-rakyat.com/node/139164

Go to Source

Geef een reactie

Jouw e-mailadres wordt niet gepubliceerd. Verplichte velden zijn gemarkeerd met *